Wednesday, June 26, 2019

Tak Sekedar Anti Nyamuk


 
sumber : http://www.datdut.com/wp-content/uploads/2016/02/obat-nyamuk.jpg


   Hampir semua orang tak akan tahan dengan gigitan binatang yang bertubuh kecil yaitu nyamuk, bunyi berisik dan rasa gatal bekas gigitannya sangat membuat kita geram, karena tidur anda telah di usik binatang kecil ini. tempo dulu masih ada yang namanya kelambu untuk menghalangi datang nya nyamuk dan untuk mencegah gigitannya. Namun dengan perkembangan Zaman saat ini, sudah banyak produk anti nyamuk untuk mengurangi dan mengusir nyamuk tanpa harus merasa berpanas-panasan dan ribet membentangkan kelambu.
Bermacam-macam jenis anti nyamuk pun banyak di jual,  seperti obat nyamuk bakar yang banyak dijual dengan berbagai merek, namun bentuk dan cara kerjanya sama saja. Karena harga yang lumayan murah dan mudah didapat, juga bentuknya yang khas melingkar-lingkar. Namun dalam kepraktisan anti nyamuk baygon ini tersimpan sejuta hal yang juga dapat merugikan penggunanya.
Seperti cara kerjanya, anti nyamuk ini tidak dapat di tempatkan pada benda yang mudah terbakar. Karena anti nyamuk ini dalam proses kerjanya akan mengeluarkan asap dan bara api yang kecil. Bisa dibayangkan kesulitannya saat anda menggunakan nya di area yang dekat dengan tempat tidur anda, maka anti nyamuk bisa saja tergeser karena gerakan tidur anda dan menyebabkan kebaran.
Anti nyamuk ini sangat merugikan, kerena asap yang dikeluarkan dapat mengganggu pernafasan anda. Jika dikaji sebenarnya hal ini sedikit gelak, ternyata bukan hanya nyamuk yang bisa disakiti dan dirugikan oleh anti nyamuk ini, namun manusia juga mendapatkan dampak dari anti nyamuk ini karena menghirup asap yang dihasilkan. kerja anti nyamuk ini juga tak singkat, kurang lebih delapan jam lamanya. Bisa dirasakan betapa terangganggunya anda ketika menghirup kepungan asap selama delapan jam. Mulanya tak ingin diganggu oleh nyamuk tetapi malah kembali diganggu oleh kepungan asap yang mungkin lebih mengganggu dari gigitan nyamuk.
Dalam iklannya juga sangat menyesatkan penontonya ! dalam iklan tersebut terlihat seorang raja dan pengawalnya yang sangat kesulitan mengusir nyamuk dengan kepungan asap. dikatakan “asap sangat mengganggu”, namun sang Ratu kerajaan malah memberikan solusi dengan anti nyamuk bakar dengan bentuk sedikit berbeda yaitu piramida yang juga mengeluarkan asap. Ratu mengatakan bahwa anti nyamuk tersebut lebih sedikit mengeluarkan asap, apakah sedikit asap tidak dikatakan sebagai asap juga?
Jika memang ingin terhindar dari asap atau bahaya dari obat nyamuk bakar kenapa tak menciptakan obat nyamuk yang bebas dari asap yang hanya diletakkan saja langsung bekerja tanpa harus dibakar atau dihubungkan dengan listrik. Karena dari berbagai sumber mengatakan tidak ada obat nyamuk saat ini yang aman untuk digunakan dari merek maupun jenisnya. Semua proses penggunaannya akan mengeluarkan racun yang bukan hanya merugikan nyamuk tetapi merugikan manusia juga. Sehingga dapat dikatakan lebih praktis dan aman dari yang namanya kelambu.


                                                                T.M


Tuesday, June 25, 2019

si Hitam Manis dari Dataran Tinggi Tanoh Gayo


sumber :  pixabay.com


Siapa yang tak mengenal kopi? Setiap orang pasti mengenal serbuk halus berwarna hitam legam ini, karena melalui proses sangrai dan dihaluskan dengan cara ditumbuk.  penghasil kopi yang berkualitas dan terkenal, salah satunya adalah wilayah dataran tinggi tanoh Gayo tepatnya di Kabupaten Bener Meriah. Salah satu kota yang bisa dikatakan kota termuda di provinsi Aceh ini pasca dimekarkan dari kabupaten Aceh Tengah  saat 13 tahun yang lalu. kota ini selain memamerkan kopinya yang khas juga menyimpan beribu cerita dan pesona yang indah, masyarakatnya yang ramah dan bersahaja, sumber daya alam yang melimpah , menjadi kebanggaan tersendiri di kabupaten bener Meriah ini.
Kota ini sering dijuluki dengan kota diatas awan karena kota ini sangat dingin dan indah. Selain itu kota ini adalah penghasil kopi organik terbaik di dunia, Membuat lidah penikmatnya ingin selalu merasakan kenikmatan si hitam manis ini. kebiasaan masyarakat di kota ini yaitu menikmati kopi sebagai teman setia pengusir udara dingin untuk menyambut fajar dan senja. Sang pencipta telah menganugerahi tanah yang subur di kabupaten ini sehingga cocok untuk ditanami kopi dan tanaman lainnya. Begitu juga dengan hasil tanaman berbagai jenis sayuran yang membuat setiap hari orang hilir mudik keluar masuk Bener Meriah. Tak heran mata pencarian utama di kota ini adalah bertani kopi. Setiap tahun masyarakatnya menghasilkan banyak kopi, baik jenis arabika maupun robusta.  
Ketika tiba di kota Bener Meriah kita langsung di sugukan dengan pemandangan yang serba hijau di tepi jalan. Ya, saat di kota ini kita tidak akan kesulitan mencari perkebunan kopi, karena di setiap pinggiran jalan sudah terdapat pohon kopi yang berjajar dengan rapi. Saat musim hujan, biasanya itu adalah tanda bahwa musim kopi akan segera tiba . Saat musim itu tiba, sejauh mata memandang akan terlihat seperti hamparan salju yang bertebaran dia atas pohon kopi, diikuti dengan wangi bunga kopi yang sangat khas, membuat orang yang melintas seakan ingin berhenti untuk sekedar menikmati keindahan dan kesegaran wangi bunga kopi.
Ketika bunga itu mulai berubah warna menjadi kuning kecoklatan dan untuk beberapa lama maka akan menjadi buah kopi yang kecil nantinya. Setelah beberapa bulan dari proses pembungaan kopi berlangsung, barulah musim panen kopi pun tiba. Salah satu petani kopi yang berasal dari Desa Lewa Jadi Kecamatan Bandar, beliau memiliki kebun kopi seluas 4 rante sebutan dalam perhitungan luas tanah di kota ini, atau setara dengan 1600 meter persegi luas perkebunannya. Beliau mengaku saat musim panen tiba dia bisa menghasilkan 50 kaleng kopi dalam sekali panen. Namun sayangnya yang dikatakan nomor satu didunia tidak dapat menomor satukan harga kopi gayo di tengah masyarakat gayo, masalahnya harga kopi “gelondongan” kata masyarkat gayo, atau kopi yang masih utuh yang baru di petik dari pohon.  pada tahun 2017/2018 masih berkisaran antara Rp. 9.000-11.000 perbambu.
Harga ini masih dikategorikan di bawah harga standar kata beliau, karena dalam proses perawatan kopi gayo membutuhkan modal dan tenaga yang cukup untuk memaksimalkan hasil panen kopi. Mulai dari perawatan memupuk kopi, memangkas kopi, membersihkan secara berkala, rasanya tidak seimbang denga harga yang ditawarkan kepada petani kopi. Tak hanya itu masyarakat juga harus menunggu selama 6 bulan untuk bisa memanen kopi secara maksimal.
 Dalam masalah ini sebernanya akan menimbulkan kerugian terhadap petani kopi. karena tidak ada keseimbangan antara modal dan hasil yang di peroleh. Pemerintah harus memberikan solusi kepada petani kopi mengapa kopi gayo masih di bawah harga standar. Sedangkan kualitas dan peringkat kopi gayo sudah di akui dunia. Berharap dengan ketenaran kopi gayo juga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. 

Monday, June 24, 2019

Bilik Asrama



                Seluas mata memandang terlihat dari depan pintu tebaran pohon liar dan lapangan yang dipenuhi dengan rumput yang sudah mulai meniggi, sesekali terdengar suara burung yang berkicauan. Dari arah jauh kita juga bisa melihat gedung fakultas Febi yang baru selesai dibangun. Karna tempat tinggal kami yang berlokasi di Mahad Jamiah lama lantai dua, membuat kami lebih leluasa melihat tampilan dari sekitar bawah.  Ketika membuka pintu kamar kita bisa langsung melihat berbagai macam peralatan, mulai dari lemari yang tersusun empat buah memanjang,  yang dijadikan pembatas antara tempat tidur dan peralatan dapur.
             Baju yang tergantung rapi dan peralatan tidur yang di tata sedemikian rupa. Sesekali tercium bau tanakan nasi yang menandakan akan masak sempurna. Karena Rice cooker di tempatkan di arah barat tepat di samping pintu.  Ya, maklum tinggal di asrama yang semua perlatannya hampir semua di tempatkan dalam satu ruangan. di arah yang sama di arah barat terdapat jendela tiga pintu yang di desain sederhana.  
            Cat dinding yang terlihat selaras dengan warna cream di seluruh bagian.  Atap yang di cat dengan warna putih bersih dan terpasang lampu dua buah. Kipas angin terpasang di dinding bagian timur dengan warna ungu muda guna mengurangi rasa panas dan pengap di ruang kamar. Di beberapa bagian dinding di arah barat dan selatan terdapat kertas print yang bertuliskan peraturan asrama yang harus di patuhi oleh semua mahasantri. Lantai yang dipasang dengan keramik berwarna putih.
            Begitu sampai di kamar berbagai aktifitas yang dilakukan mahasantri lain pun beragam, mulai dari sibuk mengerjakan tugas, ada yang melihat handphone sambil mendengar musik dengan suara kecil juga ada yang tertidur lelap. kamar ini memang tidak terlalu besar, namun bisa menampung empat orang dalam setiap kamar. Asrama ini memiliki 21 kamar yang khusus di tempati oleh mahasantri yang seluruh mahasantri berjumlah 79 orang.


Resep Membuat Telu Kuliner Khas Aceh Tenggara Bahan Sederhana

  Telu Khas Aceh Tenggara Sumber Gambar : Seringjalan.com Aceh Tenggara dengan Ibu Kota Kutacane merupakan salah satu kabupaten yang ada...